Pengikut

Rabu, 30 Ogos 2017

Aku telah menyaksikan ratusan hati menyatu dengan inzinMu Ya Rab



Pejam mata, 
Dengarkan suara hatimu, berbisik dan berbicara tanpa di pinta. Mengalunkan irama mengikut kata hati kita. 

Lalu tertanya kenapa aku banyak berbicara soal hati. Sebabnya mudah, kerana hati terletaknya semua perasan. Dan itulah yang di pandang tuhannya. Jika kita mengalun kata syurga, maka hati itu juga merasainya. Jika kita mengalunkan kata nista maka binasalah hati menjadi dendam dan amarah.

Dalam hidup kita, kita menghadapi beberapa tahap bermain tentang soal hati .



Pertama : Ketika kita mengenal rasa cinta.

Saat melihat dia, hati menjadi laju. Rasa nak tengok muka dia lama-lama, dengar suara dia. Ketika ini kita hanya ingin ketahui tentang dia. Rasa suka itu hadir, kita menganggap ianya adalah cinta sejati. Cinta pertama kali. Kadangkala kita sanggup buat apa sahaja mengikut kata hati kita. 

Lalu di uji dengan rasa di khianati, rasa tertipu dan kasih sayang sementara.

Dari situ, Allah nak kenalkan dengan perasaan itu memang sakit, kita mula ada rasa ragu. Kita rasa berwaspada dan berhati-hati agar tidak di sakiti. Tetapi dari situ datangnya kekuatan untuk kita berhati-hati tentang soal hati.

Kedua : Ketika kita mula berhati-hati untuk memilih dan di pilih.

Ketika kita lalui pelbagai pengalaman sementara. Lama ambil masa, tetapi dalam masa tersuka tanpa sengaja pada seseorang yang banyak ambil berat tentang kita. Tetapi kerena dek pengalaman lepas kita lebih berhati-hati untuk memilih. Ada ketika pilihan kita benar, adakala pilihan kita bersandar pada kenangan. 

Lalu di hadirkan lagi, di uji dengan rasa keciwa yang bertimpa. Rasa tawarnya hati untuk melihat sejauh mananya kita.

Adakah kata alunan indah yang pernah kita luahkan pada seseorang yang pernah bertahta di hati itu mampu di luahkan pada pencipta kita ? 

Jawablah pada hatimu.

Ketiga : Saat kau percaya dengan ketentuan Allah.

Saat akhirnya, kau bersandarkan segala harapanmu kepada tuhanmu. Berbicara melalui doa. Memperbaiki melalui perbuatan, berusaha dan tawakal kepada Allah.

Saat itu ada yang di pertemukan seseorang selayaknya untuknya.Dan ada di uji masih belum di pertemukan.

Yakinkan hati.Aku telah menyaksikan ratusan hati menyatu dengan inzinMu Ya Rab

“Dan, di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah kapal-kapal (yang berlayar) di laut seperti gunung-gunung. Jikalau Dia menghendaki, Dia akan menenangkan angin, maka jadilah kapal-kapal itu terhenti di permukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan) -Nya bagi setiap orang yang bersabar dan banyak bersyukur”. [Asy-Syura : 32-33]




Share This!


1 ulasan:

  1. Ikut hati mati,
    Ikut rasa binasa,

    Itulah yang dapat disimpulkan.

    BalasPadam

Coretkan sedikit pandangan

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Powered By Blogger · Designed By Seo Blogger Templates
Related Posts with Thumbnails